MATARAM, NTB – Suharti merupakan sosok penting dalam perjuangan advokasi kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Indonesia. Dengan pengalaman lebih dari 26 tahun di bidang ini, beliau telah berperan aktif dalam memberikan suara kepada mereka yang terpinggirkan. Suharti mengawali karirnya di yayasan Tunas Alam Indonesia (SANTAI), di mana ia belajar tentang pentingnya memberikan perlindungan dan dukungan kepada korban kekerasan. Dalam prosesnya, Suharti menyaksikan berbagai bentuk kekerasan yang dialami oleh perempuan dan anak, sehingga memicu rasa empatinya yang mendalam terhadap masalah ini.
Salah satu kasus yang sangat menyentuh hati dan berkesan dalam ingatan Suharti adalah kisah ML, seorang anak berusia 11 tahun yang datang dari latar belakang yang penuh tantangan. ML merupakan anak imigran yang terpaksa meninggalkan bangku sekolah karena tekanan ekonomi yang dihadapi keluarganya. Situasi ini tidak jarang terjadi di kalangan anak-anak imigran, yang seringkali harus bekerja untuk membantu perekonomian keluarga mereka.
Kisah ML bukan hanya menggambarkan kesulitan yang dihadapi anak-anak imigran, tetapi juga menggarisbawahi pentingnya dukungan dan advokasi yang tepat untuk membantu mereka mengatasi rintangan yang ada. Melalui pengalamannya, Suharti tidak hanya belajar tentang tantangan yang dihadapi ML, tetapi juga tentang ketahanan dan semangat bertahan hidup yang dimiliki oleh anak-anak dalam situasi yang sulit.
Suharti mengajarkan keterampilan hidup yang dibutuhkan anak-anak untuk membangun masa depan yang lebih baik. Program ini mencakup aspek akademis seperti membaca, menulis dan juga menciptakan ruang bagi anak-anak untuk berbagi cerita dan pengalaman mereka. Dalam sesi pendampingan, anak-anak didorong untuk berbicara tentang apa yang mereka alami dan bagaimana perasaan mereka mengenainya. Proses ini sangat penting untuk pemulihan emosional mereka dan memberikan mereka suara dalam proses penyembuhan. Namun, tantangan sering kali muncul, termasuk ketidakpercayaan dari anak-anak maupun stigma sosial yang masih melekat pada mereka. Meskipun demikian, ketekunan Suharti dalam mendukung anak-anak korban menunjukkan komitmennya yang mendalam terhadap keadilan dan kesejahteraan anak-anak tersebut.
Advokasi Suharti telah memberikan dampak signifikan bagi masyarakat, terutama dalam konteks penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Mataram dan wilayah lain di Pulau Lombok. Salah satu hasil nyata dari kerja kerasnya adalah peningkatan kesadaran masyarakat mengenai isu-isu kekerasan. Melalui berbagai kampanye pendidikan dan pelatihan, Suharti berhasil menarik perhatian publik terhadap pentingnya melindungi hak-hak perempuan dan anak. Ini bukan hanya meningkatkan pemahaman tentang kekerasan, tetapi juga mendorong banyak individu untuk melaporkan kasus yang sebelumnya terabaikan. (sahri)
